Kunjungan instansi 2025 pada tahun ini mengusung tema “Dari Kampus ke Lapangan: Belajar dari BPDAS untuk Generasi Mendatang”. Kegiatan ini telah dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan (HIMABA) sebagai upaya memperkenalkan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali Jratun kepada mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai konsep dan praktik pengelolaan yang diterapkan oleh BPDAS Pemali Jratun. Selain itu, dari kegiatan ini dapat memberikan pengalaman langsung dalam kegiatan pembibitan guna menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya pelestarian lahan kritis. Kunjungan Instansi 2025 dilaksanakan dengan berbagai rangkaian acara.
Pengenalan BPDAS Pemali Jratun
Acara pertama yang dilakukan adalah pengenalan BPDAS Pemali Jratun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai peran, fungsi, dan kegiatan utama BPDAS dalam pengelolaan daerah aliran sungai, rehabilitasi hutan, dan pelestarian lahan kritis. Pada sesi ini, pihak BPDAS memberikan pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Narasumber menjelaskan berbagai program unggulan yang dijalankan mulai dari persiapan media tanam, proses pembenihan, dan teknik penaburan. Untuk penaburan dilakukan melalui penyiraman rutin dan pemantauan kondisi media. Sesi ini berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dan pihak BPDAS. Sesi ini diakhiri dokumentasi bersama.


Kunjungan ke Persemaian Permanen BPDAS Pemali Jratun
Lokasi kegiatan berikutnya dilakukan di persemaian permanen BPDAS Pemali Jratun Bergas. Pada kegiatan ini mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan ikut mempraktekkan secara langsung tahapan pembibitan tanaman kehutanan, mulai dari persiapan media tanam, penyemaian benih, hingga perawatan bibit. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar terkait pentingnya peran persemaian sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lahan kritis. Suasana kegiatan terasa antusias dan edukatif, karena mahasiswa terlibat langsung dan berdiskusi dengan pihak persemaian BPDAS Pemali Jratun mengenai teknik pembibitan yang efektif dan ramah lingkungan.


Kunjungan ke Masjid Agung Jawa Tengah
Peserta Kunjungan Instansi melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Jawa Tengah untuk beristirahat sekaligus melaksanakan ibadah. Selain itu, Masjid Agung juga menjadi tempat persinggahan. Kunjungan ke Masjid Agung juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dengan nilai-nilai budaya dan arsitektur Islam yang menjadi kebanggan masyarakat Semarang.
Kunjungan ke Kota Lama Semarang
Peserta Kunjungan Instansi diarahkan menuju kawasan Kota Lama Semarang yang merupakan salah satu ikon bersejarah di Kota Semarang. Di kawasan ini, mahasiswa dapat menikmati suasana kota tua yang memiliki nilai arsitektur kolonial dan sejarah panjang perdagangan di masa lampau. Kegiatan ini sebagai kegiatan rekreatif dan refreshing.

Seluruh rangkaian kegiatan Kunjungan Instansi 2025 berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis seputar BPDAS Pemali Jratun dan kegiatan silvikultur, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang memperkuat pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Melalui kegiatan Kunjungan Instansi 2025 ini, diharapkan mahasiswa UGM dapat semakin memahami peran strategis generasi muda dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meneruskan semangat konservasi untuk generasi mendatang.
Disusun oleh: Tim Kunjungan Instansi HIMABA 2025