
Karbon organik tanah merupakan komponen penting dalam struktur dan fungsi tanah. Karbon organik ini terbentuk dari residu tanaman, hewan, dan mikroorganisme, serta dapat berubah menjadi berbagai fraksi karbon yang berbeda dalam waktu yang beragam, mulai dari karbon labil yang terbentuk dalam waktu singkat hingga karbon stabil yang memerlukan waktu lama untuk terbentuk (Prasetya et al., 2022). Karbon organik tanah dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tanah untuk menahan air, dan mendukung aktivitas biologi tanah yang esensial bagi pertumbuhan tanaman sehingga keberadaannya merupakan komponen yang penting. Selain itu, karbon organik juga berperan dalam siklus karbon global, di mana tanah berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon, sehingga penting dalam konteks perubahan iklim (Siringoringo, 2014).



Sumber: Badan Pusat Statistik

