BBPPBPTH atau Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan merupakan instansi yang memiliki fokus terhadap upaya pemuliaan tanaman hutan. Pada PBBPPBPTH terdapat beberapa laboratorium yang menunjang kegiatan penelitian dan pengembangan pemuliaan tanaman hutan.
Dipterocarpaceae merupakan pohon yang mendominasi hutan hujan tropis di Indonesia. Keberadaan Dipterocarpaceae dianggap cukup penting karena kayu dari sub famili ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, Dipterocarpaceae juga menghasilkan beberapa produk non kayu yang bernilai ekonomi.
Sonokeling (Dalbergia latifolia Roxb.) merupakan tanaman kehutanan yang termasuk ke dalam golongan kayu premium atau bernilai jual tinggi. Spesies ini merupakan anggota famili Fabaceae dengan tinggi berkisar antara 20-40 meter dan diameternya dapat mencapai 2 meter
Sandalwood, one of the most economically valuable endangered species, is native to the southeastern Indonesian islands, but it has recently occurred as new landraces in Gunung Sewu
Ekowisata ini merupakan salah satu bentuk kegiatan wisata yang tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan sesuai dengan daya dukung ekosistem hutan. Perspektif tersebut yang kemudian, secara perlahan, mulai mengembalikan ekosistem hutan kepada satu fungsi utuh sebagai sistem penyangga kehidupan.
Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan terpublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan. Jenis karya ilmiah antara lain : skripsi, tesis dan disertasi; artikel dalam jurnal; makalah (paper, dipresentasikan di seminar); dan working paper.
Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) dan Tebang Rumpang (TR). TPTI menurut Peraturan Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan Nomor : P.9/VI-BHPA/2009 bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hutan tegakan tidak seumur melalui tebang pilih dan pembinaan tegakan tinggal dalam rangka memperoleh hasil panen yang lestari.
Keragaman genetik cendana yang semakin menurun tersebut dapat dipahami sebagai akibat terjadinya penurunan populasi cendana di Nusa Tenggara Timur dari waktu ke waktu (Sumardi,2015). Keragaman genetik sangat penting untuk mempertahankan variasi suatu jenis tanaman (Rimbawanto, 2011).
Salah satu penyakit yang sering menyerang Acacia mangium adalah penyakit busuk akar. Jamur patogen Ganoderma sp. merupakan salah satu penyebab penyakit busuk akar pada tanaman akasia (Istikoroni, 2002). Tanda tanaman yang terserang tampak pada akar yang terinfeksi yaitu adanya miselium berwarna krem yang selanjutnya berubah menjadi merah sampai kehitaman.
Klorosis disebabkan oleh kurang atau tidak terbentuknya klorofil akibat racun patogen, kekurangan mineral, pencemaran udara, kekurangan air, atau karena bahan kimia. Klorosis termasuk dalam tipe gejala atrofi (hipoplastik), yaitu tipe kerusakan yang disebabkan karena adanya hambatan sebagian atau seluruh jaringan tanaman.