Ekspedisi Serangga dan Multi Purpose Tree Species (MPTS) di Lereng Selatan Merapi

Pada tanggal 20 dan 21 September 2017, Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan melaksanakan Ekspedisi Serangga dan MPTS di lereng selatan merapi, tepatnya di Desa Bulaksalak Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mempertajam kemampuan dan naluri peneliti mahasiswa budidaya hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, yaitu sabtu dan minggu. Kegiatan ini tercetus sebagai hasil diskusi antara dosen dan mahasiswa himpunan memperhatikan minimnya kegiatan bertajuk penelitian yang diadakan oleh mahasiswa budidaya hutan.

Ekspedisi serangga yang kami lakukan dieksekusi dengan menggunakan 3 metode, yaitu pitall trap, light trap dan sticky trap. Pitfall dibuat di dua lokasi yang berbeda, yaitu di tempat yang terbuka dan ternanung, begitu juga dengan metode yang lain. Pitfall di pasang dengan menggunakan gelas plastik, dibenamkan di tanah hingga bibir gelas memiliki ketinggian yang sama dengan permukaan tanah lalu antar gelas diberi jarak  4 meter. Pitfall dibuat sejumlah 25 perangkap di tiap tiap metode. Sticky trap menggunakan lem lalat yang dipasang sejumlah 5 di tiap area, dengan posisi tersebar dan ditegakkan dengan menggunakan bambu. Yang terakhir pada malam hari kami memasang light trap untuk menangkap serangga yang ada di udara. Dibuat satu baskom di tiap perlakuan. Pemasangan trap yang berbeda memiliki tujuan yang berbeda pula. Pitfall dipasang untuk mengetahui serangga terestrial atau serangga yang mempunyai pergerakan dipermukaan tanah. Trap sticky digunakan untuk mengetahui serangga yang mempunyai pergerakan di udara. Dan ligh trap dipakai untuk menangkap serangga yang ada di malam hari. Ketiga trap itu lalu kami biarkan hingga masing masing trap telah memenuhi waktu yang dibutuhkan. Pitfall trap dan sticky trap membutuhkan waktu selama 24 jam, sedangkan light trap membutuhkan waktu selama semalam untuk penjerapan serangganya.

            Tepat jam 10 pagi, tim mengambil serangga yang ada di trap untuk diidentifikasi sampai tingkat ordo di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Tiap tiap tiap serangga dimasukkan dalam kantong klip yang diisi oleh alkohol. Total terdapat 52 kantong, termasuk serangga di light trap, untuk serangga di sticky trap kita identifikasi langsung di laboratorium Perlindungan dan Kesehatan Hutan.

            Setelah serangga di simpan, belum selesai sampai disitu, survey pohon multifungsi juga kamis survey dengan membuat 4 plot di Kawasan Hutan Bulaksalak. Plot dibuat dengan nested sampling. Selain untuk mengetahui komposisi, plot dibuat untuk mengetahui struktur vegetasi yang ada di sana, dari mulai tingkat pohon, tiang, sapihan dan pancang.

            Harapannya Kegiatan HIMABA Semacam ini akan terus berkembang menghasilkan ide ide baru untuk kemajuan ilmu pengetahun di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada terlebih untuk Indonesia.

 

Penulis : Alnus Meinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.