Gaharu (Aquilaria spp)

(Aquilaria malaccensis)

Berdasarkan taksonomi tumbuhan, gaharu merupakan spesies dengan naman ilmiah (Aquilaria spp). Spesies ini tergolong dalam family Thymelaeaceae. Dengan genus salah satunya Aquilaria. Secara morfologis pohon gaharu dapat dicirikan deangan daun tunggal, berselang-seling, tipis hingga tebal, tepi rata, melengkung hingga bergelombang, dan seringkali berbulu pada permukaan bawah, terutama pada tulang daun primer dan sekunder. Bagian daunnya berbentuk bundar telur, jorong, lonjong memanjang dengan ukuran panjang 5–8 cm dan lebar 3–4 cm. Ujung daun runcing atau meruncing, pangkal daun runcing, membundar, warna daun hijau mengkilat dan tulang daun sekundernya jelas

Gaharu adalah bukti Indonesia memiliki kekayaan alam yang besar, menurut situs CITES gaharu (Aquilaria spp.) tergolong dalam appendix II. Hal ini menunjukkan keberadaannya harus terus diperhatikan karena populasinya dapat dimungkinkan untuk menurun disebabkan oleh penjualan kayu gaharu yang tidak terkontrol. Selain itu pohon gaharu jarang ditemukan di negara-negara lain. bahkan terdapat spesies gaharu yang hanya dapat ditemukan di Indonesia. Apabila pohon ini terus menerus diburu dan ditebang maka kemungkinan akan terjadi kepunahan.

Minyak gaharu sangat banyak diminati di pasar internasional karena bau harum yang sangat khas, dengan harga jual yang yang tidak main-main, sehingga ini menjadi prospek yang menjanjikan bagi para pelaku business man untuk turut menekuni usaha kayu gaharu. Potensi gaharu yang besar ini dijuluki sebagai emas hijau nusantara. Harga 10 ml minyak gaharu dapar dibandrol dengan harga 990 ribu, nilai yang sangat ekonomis seharusnya dapat digunakan secara bijaksana, tidak hanya dipanen namun juga harus ditanam agar lestari serta keuntungan juga dapat dirasakan secara kontinyu.

Minyak gaharu merupakan hasil ekstraksi dari kayu gubal gaharu. Terbentuknya gaharu tersebut diakibatkan dari proses patologis, serta hasil dari proses interakasi antara luka dan hormon kekebalan dari tumbuhan (Santoso dkk., 2007). Luka yang dapat membentuk gaharu tersebut dapat berasal dari berbagai sumber antara lain disebabkan oleh faktor mekanis, seperti luka akibat goresan benda tajam maupun disebabkan oleh inveksi dari pathogen. Pathogen penyerang yang dapat berpotensi untuk membentuk gaharu anatara lain jamur Fusarium sp (Agustini dkk., 2006).

 

Daftar pustaka:

Agustini, Luciasih .Dono Wahyuno, Erdy Santoso. 2006. Keanekaragaman Jenis Jamur yang

Potensial dalam  Pembentukan Gaharu dari Batang Aquilaria spp. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam vol. 3 No. 5.

Santoso, Erdy. Luciasih Agustini, Irnayuli R. Sitepu, Maman Turjaman. 2007. Efektivitas

Pembentukan Gaharu dan Komposisi Senyawa Resin Gaharu pada  Aquilaria spp. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam vol. 4 No. 6.

Megumi, Sarah. 2018. Gaharu, Emas Hijau Nusantara yang Terancam. https://www.greeners.co/. Diakses 9 September 2019.

 

Penulis         : Isa Abdullah

Penyunting  : Lina Dwi Lestari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.